Apa itu Agile ? Mungkin untuk teman – teman Startup, istilah ini sudah tidaklah asing. Tapi bagi teman – teman UMKM dan UKM, pasti bertanya – tanya apa maksud dari Agile. Kalau iya, silahkan simak tulisan ini sampai habis ya. Terutama untuk teman – teman UMKM dan UKM. Agile sendiri dalam dunia Teknologi Informasi berarti cepat, bebas bergerak, ringan dan waspada. Padanan kata Agile, digunakan oleh para programmer untuk menjelaskan kemampuan sebuah aplikasi untuk dapat terbarukan setiap waktu. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini. Sehingga sebuah aplikasi selalu terbarukan mengikuti kebutuhan penggunanya. Nah, bagaimana kalau Agile ini diterapkan oleh teman – teman UMKM dan UKM yang bukan teknologi ? Apa bisa ? Tentu bisa ! Bahkan bisa meningkatkan penjualan teman – teman. Sehingga omset meningkat. Bagaimana caranya ? Simak penjelasannya berikut ini :

  1. Yakini bahwa usaha UMKM dan UKM punya kesempatan berkembang layaknya usaha besar

Iya, mau UKM ataupun UMKM teman – teman punya kesempatan untuk berkembang lebih jauh. Sama – sama mempunyai peluang. Hanya saja tentunya dengan cara – cara yang disesuaikan dengan kondisi UMKM/UKM. Selama masih berjualan, masih berdagang kesempatan untuk naik kelas untuk jadi usaha yang lebih besar sangat ada. Dengan motivasi dan sedikit kemauan untuk belajar maka usaha teman – teman dapat naik kelas.

2. Lakukan pengembangan usaha, dengan biaya maksimal 10% dari keuntungan

Untuk menjaga – jaga hal buruk terjadi. Biaya untuk pengembangan usaha harus dibatasi hanya 10%. Misal keuntungan dari berjualan bakso bulan ini dapat 5 juta. Maka untuk percobaan awal, batasi biaya pengembangan usaha teman – teman di 500 ribu untuk membuat bakso rasa baru.

3. Apabila tidak berhasil berhentilah sejenak, itu wajar

Didalam berkembang, tidak berhasil itu wajar. Maka evaluasi dulu kenapa tidak berhasil. Kalau teman – teman menggunakan cara pada poin nomor 2. Maka keuangan teman – teman aman.  Dan ingat lagi poin nomor 1, bahwa kesempatan untuk berkembang selalu terbuka untuk teman – teman. Istirahat sejenak, tetapi ingat untuk terus berjualan. Sehingga kebutuhan dapur tetap terpenuhi.

4. Biasakan untuk melihat hal – hal baru

Ketika sedang tidak berdagang, rekreasilah baik sendiri maupun bersama keluarga. Bisa ke tempat – tempat yang murah. Disana teman – teman bisa melihat hal – hal baru yang bisa teman – teman coba ke usaha UMKM/UKM teman – teman. Merasakan langsung bagaimana, hal baru bisa dirasakan. Kalau teman – teman terbiasa dengan internet, bisa juga melalui telepon genggam. Dari sana dagangan teman – teman bisa dikembangkan untuk jadi lebih baru lagi.

5. Selalu bersyukur atas apa yang diterima

Perjalanan untuk mengembangkan usaha sangatlah panjang, terkadang berhasil terkadang gagal. Ingatlah untuk selalu bersyukur. Ketika berhasil, bersyukurlah bahwa usaha teman – teman bisa menambahkan omset penjualan. Ketika gagal, bersyukurlah bahwa teman – teman diberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak dan maksimal lagi.

Demikian yang dapat kamu coba untuk menaik kelaskan UMKM atau UKM kamu. Kembangin, terbuka untuk kamu yang ingin belajar naik kelas menjadi usaha yang lebih besar. Follow instagram Kembangin di www.instagram.com/kembangin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here