Jika kamu seorang pebisnis dan ingin mendapatkan calon konsumen yang potensial, tentu hal yang wajib kamu lakukan adalah membuat strategi promosi yang matang dan semenarik mungkin. Bahkan akan lebih baik jika kita membuat sebuah iklan yang dapat menarik keterlibatan audiens sehingga dapat meningkatkan engagement. Dengan begitu hubungan yang baik dengan konsumen pun akan tercipta. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi, inovasi-inovasi yang canggih dan menarik pun semakin banyak tercipta. Salah satunya teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Teknologi VR atau AR membuat penggunanya (user) dapat merasa seolah berada di “dunia lain” dan melakukan interaksi di dalamnya. Dengan menerapkan salah satu teknologi ini dalam pemasaran, kita bisa membuat konsumen merasakan pengalaman yang unik dan lebih nyata terkait produk yang kita pasarkan. 

Teknologi VR dan AR pada prinsipnya memiliki perbedaan. VR membuat user seolah merasa berada di dunia lain dengan membawa user masuk ke dalam dunia virtual, sementara AR menghadirkan efek virtual dalam dunia nyata. Umumnya, untuk dapat menikmati sensasi dari teknologi VR, user harus menggunakan headset VR yang mana merupakan perangkat utama dalam VR. Headset VR ini kemudian dikombinasikan dengan konsol sehingga user dapat menikmati pengalaman memasuki dunia virtual yang disajikan oleh headset tersebut. Teknologi ini banyak dimanfaatkan untuk mendapatkan sensasi baru dalam bermain game.

Headset VR (unsplash.com)

Berbeda dengan VR, teknologi AR dapat dinikmati melalui smartphone atau tablet tanpa harus memiliki perangkat khusus. Kita cukup mengunduh aplikasi AR tersebut dan bisa langsung menikmati pengalaman efek virtual yang disajikan. Teknologi AR pun bisa dimanfaatkan tak hanya untuk bermain game saja, melainkan bisa untuk pemasaran, olahraga, pendidikan, dan masih banyak lainnya. Salah satu perusahaan yang menerapkan AR dalam pemasarannya adalah IKEA.

AR memungkinkan konsumen untuk dapat menjelajahi produk kita secara lebih nyata, hal ini juga membuat kita bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan konsumen. IKEA menerapkan ini. Pengguna AR IKEA bisa melihat produk dalam katalog secara nyata apabila diaplikasikan langsung di ruangan rumah mereka. Produk yang ditampilkan pun berukuran sesuai aslinya sehingga pengguna dapat menyesuaikannya dengan dimensi ruangan.

Aplikasi IKEA Place (digitaltrends.com)

Berikut beberapa manfaat AR dalam pemasaran:

  1. Meningkatkan experience pelanggan

Dengan menerapkan teknologi AR dalam pemasaran, calon pelanggan akan mendapatkan experience atau pengalaman yang lebih nyata terkait produk yang kita jual. Dengan ini, pelanggan akan mendapatkan informasi yang lebih banyak terkait produk serta memudahkan pelanggan dalam membuat keputusan dan menyelesaikan transaksi dengan lebih cepat. 

  • Meningkatkan engagement pelanggan

Pelayanan yang baik salah satunya dapat melalui peningkatan pengalaman pelanggan seperti contoh di poin 1 sebelumnya. Dengan memberikan pelayanan berupa fasilitas teknologi AR, pelanggan dapat memperoleh informasi lebih banyak seputar produk yang dijual yang tentunya akan membuat hubungan baik serta kepercayaan pelanggan terhadap brand kita pun meningkat.

Sebagai salah satu contoh kegunaan dari augmented reality untuk kebutuhan marketing dan promosi di jaman now saat ini adalah masjid agung cianjur yang dihadirkan secara menarik oleh PT. Cikraindo (Ciria Kreasi Indonesia)

PT. Ciria Kreasi Indonesia menghadirkan Pariwisata digital dengan mengajak masyarakat untuk melihat dan nanti nya bisa mengunjungi masjid masjid yang ada di Indonesia melalui Masjid Nusantara Project.

Gambar AR Masjid Agung Cianjur
  • Meningkatkan brand awarness

Kampanye pemasaran AR dapat membuat brand mu semakin dilirik berkat faktor “wow”. Tidak menutup kemungkinan pula brand mu menjadi lebih banyak diperbincangkan di masyarakat, karena teknologi ini masih tergolong baru di masyarakat Indonesia. 

Dibandingkan dengan teknologi VR, sebenarnya teknologi AR lebih mudah untuk diadopsi dan diterapkan. Hal ini dikarenakan AR tidak membutuhkan perangkat khusus seperti VR yang membutuhkan headset VR, sehingga memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mendapatkan experience baru yang unik. Serta AR juga mempermudah para pemilik bisnis yang ingin memasarkan bisnisnya untuk menjangkau target secara interaktif serta cepat. Selain itu, terlepas dari penerapan AR dalam beberapa model bisnis yang sudah disebutkan di atas, masih ada banyak sekali potensi penerapan teknologi ini di berbagai industri, sebut saja pertanian, kesehatan, e-commerce dan lain sebagainya. 

Sumber: 

  1. https://www.business.com/articles/augmented-reality-marketing-benefits/
  2. https://monsterar.net/2019/06/13/dampak-augmented-reality-bagi-media-pemasaran-digital/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here