Kenapa Kita Butuh Agile Leadership?
Dr. Dwi Indra Purnomo, Wakil Dekan FTIP UNPAD dan Founder The Local Enablers

Kembangin Journal – BANDUNG. Artikel kali ini akan mengulas materi yang disampaikan oleh Dr. Dwi Indra Purnomo, seorang Wakil Dekan FTIP UNPAD dan founder dari komunitas The Local Enablers pada acara Pesantren Startup 2019 di Bandung.

Anda yang sedang aktif mengembangkan bisnis maupun berorganisasi pasti sering mendengar istilah agile methodology. Agile method adalah sebuah teknik manajemen yang mengedepankan kecepatan beradaptasi yang tinggi sehingga biasanya digunakan pada proses pengembangan perangkat lunak, namun saat ini tidak jarang digunakan pada berbagai organisasi bisnis.

Namun menurut Pak Dwi, agile bukan hanya sekedar pendekatan teknis, melainkan jiwa dan cara berpikir seseorang. Penerapan metode agile tidak akan berhasil tanpa membangun cara berpikir orang-orang yang terlibat di dalamnya, sehingga lahirlah istilah agile leadership. Dalam pelaksanaan bisnis, kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti konsumen dan rekan bisnis juga harus diperhatikan sehingga dapat dengan mudah beradaptasi dengan berbagai macam perubahan di lapangan.

Beberapa prinsip penting dalam agile leadership menurut Pak Dwi adalah:

Agile action speak louder than words
Dibandingkan dengan menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dalam memecahkan suatu masalah, interaksi langsung dengan pihak terkait jauh lebih bermanfaat. Bisa jadi sebuah masalah yang sulit dipecahkan ternyata menjadi lebih mudah ditemukan jalan keluarnya setelah berdiskusi langsung dengan rekan bisnis kita

Improve the quality of thinking
Sebagai pengusaha kemampuan berpikir harus selalu diasah. Hal ini dapat dilakukan dengan rajin membaca dan terus belajar dari orang lain. Pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh bisa menjadi jalan keluar dari masalah yang mungkin dihadapi di masa depan.

Effective feedback
Seburuk apapun kritik dan masukan dari pihak lain, jangan sampai dimasukkan ke dalam hati. Jadikan itu sebagai motivasi dan masukan untuk terus mengembangkan bisnis yang dijalankan.

Emotion
Sebuah bisnis tidak dapat berjalan sendiri, melainkan pasti melibatkan pihak-pihak lain seperti konsumen dan rekan bisnis. Empati harus selalu dibangun dalam menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Leadership harus dibangun di manapun, mulai dari diri sendiri lalu diterapkan di dalam organisasi. Yang perlu diingat bahwa ide dapat muncul dari mana saja, sehingga bersifat kolaboratif dan membangun kepercayaan orang lain menjadi sangat penting. Agile leadership dapat membuka peluang bisnis yang lebih besar dengan tampil cekatan dan mampu memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi.

#Pesantrenstartup2019-BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here