Selamat datang di acara kopdar BIM Foodpreneur dengan tema “jatuh bangun merintis usaha”

Di sini kita kehadiran 3 orang pembicara kita yaitu :

  1. Nur Islami sebagai owner Coffe Toffe Bandung dan juga sebagai dokter
  2. Teja Pramesya A. Sebagai CEO Garden Coffe, Fish-Box.id, Ex- Cofounder Monocrema
  3. Dan Agung Haryadi sebagai CEO Sambal salman, D’Savory Cathering, Founder Martabak Maskulin.

Dan untuk pembicara kita pertama yaitu dari mas Agung Haryadi dulu

Agung : Assalamualaikum semuanya ini pertama kalinya saya berada di BIM untuk mengisi,terima kasih untuk kesempatannya bang Jeff dan semua teman-teman yang hadir disini, hari ini yang mau saya share disini adalah story perjalanan bisnis saya aja dan semoga bermanfaat.

Oke bisnis story saya dimulai dari tahun 2012-2014 itu dari kelas 1 SMA s/d 3 SMA dengan berjualan produk furniture dan produk kosmetik ,dan 2014 saya baru masuk SBM-ITB . tahun 2015-2016 bikin martabak namanya monster martabak yang terletak di jl Riau no. 56 (Fail) report awal januari 2016.

Bikin martabak yang namanya “martabak Ah!”, selama bikin martabak Ah! Ini yang paling kerasa adalah partner yang datang masuk-keluar seenaknya. Mungkin yang bisa share di sini adalah “Milih Partner itu lebih crusial dibanding memilih investor” . iya ngga sih ? soalnya itu yang saya rasakan.

Martabak Ah! Punya visi untuk Go Nasional, tetapi nama “Ah!” tidak bisa di daftarin HAKI-nya (Hak Atas kekayaan Intelektual) dan jadi namanya berubah menjadi martabak maskulin setelah diskusi lama dengan orang di dinas bagian HAKI yang terletak di jl. Jakarta kalau di bandung. Terus berubah menjadi martabak maskulin, di rebranding segala macem, produk quality nya udah oke, terus di notice oleh pak rex. Akhirnya Juli 2018 resmi diakuisisi oleh CRP Group. Saya masuk kedalam akhirnya bekerja sebagai profesional aja .2019 februari kemarin, saya baru resmi resign dari CRP Group ,mungkin alasannya  saya bisa keluar adalah karena Visi nya sudah tidak sejalan dengan perusahaan, kurang lebih seperti itu.

Dan sekarang projectnya bikin : 1) Mister Takjil, bisnis untuk di bulan ramadhan saja, 2) sambel salman, di bagian cathering, 3)D’Savory, ini cathering Cuma khusus di wedding aja, terus 4) Co-Mi-Te ,itu singakatan dari Kopi Mie Telor ,bisnis sosial khusus untuk seperti ada karyawan-karyawan yang di resign-kan karna alasan efisiensi,dsb .dan itu kita kumpulin terus kita buatin bisnis bareng .itu di sosial, ngga banyak-banyak profitnya, baru mau jalan bareng sama pak juret karna dia salah satu foundernya .

Ini sih yang mau saya share ke teman-teman disini yang bisa sebagai reminder untuk diri saya sendiri dan untuk bahan pembelajaran teman-teman sekalian:

  • Kenapa fail ? karna ngga punya kerangka berpikir bisnis.

Di awal banget saya tidak punya kerangka berpikir bisnis,kerangka pemecahan masalah .dalam bisnis pasti banyak banget masalah. Pak danis pernah bilang bahwa masalah itu adalah “game”, jadi kita mendefinisikan masalah dalam hal general ya ,mau itu di bisnis,kehidupan,dll. Game antara apa ? game antara ekspektasi di atas dan realita di bawah. Terus,bagaimana kita menyelesaikan masalahnya ? caranya adalah : 1. Antara ekspektasinya di turunin (yaudah atuh segini aja lah) udah selesai. Atau yang 2. Ekspektasinya di turunin,Effortnya (usahanya) dinaikin agar sampe ekspektasi .jadi kalo ingin menyelesaikan masalah ya seperti 2 cara itu dalam arti secara general, selain beribadah,berdoa,ikhtiar,dsb.

  • Apa lagi yang bikin gagal ? ngga paham leadership dalam berbisnis .

Leadership dalam berbisnis itu berarti kita bertanggung jawab terhadap segala keputusan baik yang kita ambil maupun yang bawahan kita ambil meskipun yang bawahan kita itu udah kita kasih jabatan. Jadi kita definisikan leader itu adalah orang yang bisa mengajak orang lain untuk mencapai tujuannya dia. Jadi misalkan di sebuah restoran yang terdapat masalah, leader datang, dan masalah kelar. Seharusnya seperti itu .itulah yang saya ngga miliki di awal-awal berbisnis.

  • Mental tularan motivator, jadi mendengar apa saja yang dibilang motivator seperti “yoo buka usaha dengan modal nekat,dsb” .kan sebenarnya nekat itu 11-12 dengan ceroboh ya .intinya gini .nekat yang dengan tanpa perhitungan (tanpa ngitung,kapan balik modalnya,siapa marketnya,marketnya mau respon apa ngga sama produknya,seperti itu) . dan solusinya adalah pake ilmu .dengan cara banyak belajar.
  • Ngga mengerti industri yang di masukin. Misalnya bisnis kopi tapi ngga tau siapa competitornya, competitornya pasang harga berapa, benefit yang di kasih competitor itu apa .terus ketika kita masuk ke industri itu, apa yang membedakan kita dengan competitor kita .ya mungkin seperti itu.
  • Tidak punya mentor ,mentor berarti orang sudah sukses duluan, jatuh bangun duluan di bidang itu .dan sekarang saya sudah punya ilmu dan punya mentor jadi merasa sudah aman ,udah ada yang mengarahkan.
  • Mindset autopilot, Mindset autopilot bisnis itu bagus .Cuma tidak bisa ,mungkin kalo semi autopilot itu bisa ,dalam artian semi autopilot adalah teteap dikontrol meski beberapa hari sekali,itu mungkin. Terus syarat bisnis bisa semi autopilot yaitu ada 3 : 1)sistem, 2) KPI ( Keep Perfomance Indicator), 3) orang yang kompeten . kalo 1 dari 3 ini tidak ada, jangan harap bisnis anda bisa autopilot .seperti itu.

Nah sekarang apa yang saya pengen kerjakan ?  saat ini setelah jatuh bangun ,saya ingin membangun

  • “Karunia Food Indonesia” nah ini sekarang masihh sketch (on working) dan sedang ingin mencari partner .visinya adalah ingin banget menghasilkan lapangan kerja dengan penghasilan yang layak dan bisa menjadi amal jariyah juga.
  • Saya juga lagi membuka consultant bisnis yang informal jadi kalo ada yang ingin share-share yang kebetulan saya tau ,boleh kita saling sharing aja secara sistematis.

Kutipan “yang paling membahayakan itu adalah bukan musuh yang kuat, tapi partner yang tidak kompeten”

“bisnis tanpa timeline itu hoax”

Mungkin itu lah sharing yang bisa saya sampaikan,Sekian dari saya, terima kasih semuanya.

Baik kita masuk ke pembicara kita yang kedua yaitu dari mbak najwa nur islami..

Najwa Nur islami : baik perkenalkan saya najwa dan saya merupakan owner coffe toffe di bandung. Saya ingin menyampaikan bahwa seorang ibu rumah tangga tidak menutup kemungkinan bisa untuk berbisnis .saya juga emang tidak ada basic mengenai bisnis karna saya dari medic/dokter jadi ngga ngerti  masalah teknis tentang bisnis itu bagaimana, maka dari itu saya mengambil bisnis yang mudah .dan itu adalah bisnis franchise, makannya saya franchice coffe toffe karena kebetulan waktu itu belum ada coffe toffe, dan awalnya mau mencoba upnormal, jadi mengirim e-mail kedua tempat,satu ke coffe toffe dan ke dua upnormal. Dan yang balas pertama itu coffe toffe , dan itu awalnya saya mulai bisnis di coffe toffe.

Sebenarnya bisnis coffe toffe ini baru saya jalani sekitar 1 tahun lalu dan masih baru di bandingkan dengan bisnis rekan-rekan sekalian. Jadi tahun lalu saya baru buka di siliwangi yang di teras cikapundung dan antusiasme sangat luarbiasa karna lokasinya deket dengan kampus dan banyak yang lewat di situ dan alhamdulillah baru februari 2019 grand opening di gasibu.

Jadi awalnya saya itu senang berdagang meski sambil kuliah tapi dagang-dagang juga seperti baju dan kerudung dan jualan itu lumyan susah karena banyak saingan juga .dan disini juga saya merasakan mempunyai partner yang mau maju tapi setengah-setengah seperti itu ,akhirnya saya memutuskan untuk membuka bisnis coffe toffe ini barengan dengan kakak kandung saya, dengan alasan karena mungkin udah sehati jadi lebih jelas di bandingkan orang lain yang kejelasanya masih ragu .jadi kenapa kami mengambil coffe toffe ini karena sangat mudah,sebab semuanya yang mengatur itu dari coffe toffe pusatnya ,jadi kita sharing profit di sini,cuman ngambil lisensenya aja,brand nya,kemudian kita punya tempatnya dimana, setuju, baru mereka kemudian yang survey sendiri .jadi intinya kita nyediain dana buat mereka survey kira-kira tempat ini cocok, baru kemudian kita bayar buat lisense nya. Kalo seperti furniture, seperti kursi-kursi,dll itu mungkin tergantung tempatnya .dan semua itu sebenarnya enaknya di urus oleh pusat untuk seperti saya yang belum mengerti jauh tentang bisnis, jadi mereka yang mengatur, tapi kita juga punya catatan sendiri kira-kira yang masuk berapa,dsb baru kita sharing ke tim pusatnya kemudian nanti sistemnya sharing profit. Kalo coffe toffe ini sekitar 70 nya untuk saya dan 30 nya untuk coffe toffe itu sendiri . mungkin itu franchice lain seperti MCD atau starbuck itu berbeda-beda sistemnya

Mungkin itu kalo dari coffe toffe sih .kalo dari segi jatuh bangun itu mungkin yang saya rasakan untuk sekarang ini adalah bagaimana maintenance 2 cabang .jadi bagaimana yang di siliwangi itu targetnya tercapai perbulannya dan itu yang agak susah sebenarnya,jadi mengatur 2 cabang sehingga targetnya sama-sama tercapai

Jadi seperti itu dari saya mungkin ada tambahan seperti pertanyaan ?

Question 1 : teh, saya punya teman ,dia ada yang mau nitipin barang di coffe toffe, teh najwa sendiri ikut nentuin ngga?

Najwa : oh kalo ikut nentuin ngga ,jadi itu nanti akan ada yang food tester sendiri dari pusat .jadi dia yang nentuin apakah itu cocok masuk ke tema ke coffe toffe ya mereka sebenarnya. Kalo misal ada temen saya yang mau nitip tapi lewat saya dulu ya boleh ,tapi tetap semua sistemnya ke pusatin. Seperti itu

Question 2 : teh, kenapa memilih untuk bisnis franchise ? soalnya yang saya tau bisnis franchise itu biaya nya sangat besar sekali, dan apa pertimbangannya sampai berani mengambil bisnis franchise ini sedangkan basic bisnis juga masih sangat kecil .dan tipsnya apa sih kalo coffe toffe ini bakalan booming di bandung? terima kasih

Najwa :  mungkin kalo di bilang nekat juga iya, tapi nekat yang realistis dengan kata lain berani Cuma ada pertimbangan dan perhitunga-perhitungannya. Dan kenapa yaa karna saya dari hobby berdagang ,dan kita mencari yang kopi enak sesuai dengan selera saya dan makannya saya cari yang belum ada di sini dengan tujuan orang-orang penasaran , “ apa sih coffe toffe ini ?” “ jadi pengen nyoba dong” . kan awalnya pasti seperti itu yaa .mungkin kalo yang 1 taste pasti nongkrongnya di situ terus .jadi intinya pertama saya suka, kedua saya belum ada basic bisnis sama sekali, nah saya sistemnya franchise aja karena itu mudah lho .di bandingkan saya harus bikin sendiri,branding sendiri, yang harus marketingnya ketar ketir karna saya basic bisnisnya belum ada ,ngitung-ngitungnya belum paham .nah makannya saya ambil franchise aja .kalo untuk tips sih yang pertama saya liat lokasi daerahnya dulu ,karena saya liat bandung itu tipikal orang-orang yang suka nongkrong dan saya berpikir kayanya kalo buka cafe di bandung bakalan laku asalkan instagramable  dan harus enak dong .dan yang susah itu repeat order .dan yang terpenting itu adalah marketing kitanya aja yg bagus .apa sih marketing yang murah ? paling seperti instagram story yang murah juga udah nyampe ke orang-orang. Dan lumayan sulit seperti datang ke kantor-kantor membagikan voucher-voucher,dll.

Question 3 : teh, ini saya ada sodara ,punya modal gede ,Cuma ngga tau mau di buka usaha apa .apakah bisnis franchice coffe toffe ini worth it ?

Najwa :  kalo di bandung woth itu menurut saya .nanti itu kalo misal kita udah nawarin ke piahk pusat coffe toffe dia bakalan nanya ,kira-kira mau buka dimana aja , nanti kita cari-cari tempat dulu, misalkan nanti ada 3 titik ,baru mereka yang survey dan kita yang ngasih uangnya buat survey .nanti ketika di survey,diliat nah kira-kira di sini nih yang cocok .tanya-tanya dulu harga kira-kira cocok apa ngga dengan kita ,karna kalo ngga cocok kan pusing ke kitanya,percuma saja tempat cocok tau-tau harganya ngga cocok .kira-kira nanti designya berapa dan designnya sudah dari sananya semua,kita tau jadi aja .tapi kita liat dulu,kira-kira apa aja nih yang mau kita masukin ? misalnya AC nya di pake yang AC center,boleh ngga kita tambahin ini itu dan lain sebagainya Cuma design sudah ada di sana .nanti kira-kira estimasinya berapa,mereka yang menghitungin,kalo untuk kontraktor itu terserah,mau dari kita apa mereka .enaknya begitu ,kontaktor dari mereka,kita liat RAB dari kami cocok apa ngga tinggal deal aja.

Mungkin itu dari saya, terimakasih semua nya…

Mungkin dari mbak najwa udah cukup banyak ya  yang di perbincangkan ,kita lanjut ke pembicara kita yang ketiga yaitu mas teja dari garden coffe.

Teja : baik terimasih bang jeff ,kalo untuk yang saya jalani itu adalah ketika saya masuk ke manajemen bisnis pasti ketemu dengan orang-orang yang mau buka bisnis ,terus kita ketemu dan ingin membuat brand coffe sendiri lah dan sempat juga berpikir untuk franchise,dll tapi kita memutuskan untuk membuat brand sendiri sekaligus pembelaran untuk kita sendiri pada awalnya .kalo untuk suka dukanya dari bisnis ini adalah pertamanya owner kami itu berempat itu sering banget ketika ada masalah itu bentrok ,jadi ketika voting 2 lawan 2 dan itu susah .misalnya yg tim satu “kita harus spend money banyak nih untuk iklan” dan yang tim 2 bilang “jangan dulu,ini untuk gaji” . kalo dipikir-pikir dua-dua itu kan bener ya ,mau maju mau mundur salah .jadi saran saya adalah kalo ingin bisnis bareng-bareng itu ya harus ganjil dengan alasan ketika ada deadlock gampang.

Terus kesalahan selanjutnya adalah kami di sana terlalu fokus terhadap brand .misalnya membeli atau membuang uang terhadap yang ngga penting-penting amat .contohnya waktu dulu kami bikin kitchen yang bener-bener wah stainless,furniture-furniturenya,dll .ternyata tidak harus seperti itu juga kalo kalian tidak mampu di awal-awalnya. Nah ketika berjalan 6 bulan, modal kami itu ngga kerasa aja udah habis, sedangkan pendapatan setiap bulan selalu minus .jadi kami voting lagi dan susah juga padalah mau exit waktu itu .ada yang bilang kita harus bertahan dan ada juga bilang ngga bakalan bisa .makanya perlunya orang realistis dan optimistis di bisnis ya seperti itu .dan setelah di putuskan mau ngga mau behenti operasional dan yang paling berat adalah membiayai balikin hutang.

kalian juga bisa jadi di sini itu ketika kita ingin memulai kita harus merinci kan dulu untuk pengeluaran ini berapa, bei peralatan berapa,budget marketing berapa,dll .

Jadi kesalahan-kesalahan saya waktu dulu itu saya perbaiki di usaha yang saya saat ini.

Kalo untuk background itu sendiri sih saya tidak pernah berjualan ,dan sampe kuliah juga saya bekerja ,sampai akhirnya karna saya masak saya belajar S2 ke bisnis. Tetapi yang dipelajari juga tidak sesuai dengan kenyataan, yang lebih enak diskusi bareng dengan orang-orang yang pernah buka usaha yang suda sukses,nah itu tu ilmunya lebih realistis di banding di buku-buku .di sini saya bukannya meremehkan ilmu-ilmu di buku Cuma menurut saya enaknya seperti itu. Contohnya bagaimana sih menjalankan pengeluaran di awal bagaimana,dll.

Intinya sih dari yang saya bicararakan ini adalah jangan malu untuk belajar.

Mungkin itu dari saya .terima kasih

Kutipan : “membuat plan. ketika di satu titik mana usaha kalian kira-kira ngga menunjukan hasil positif, jangan malu untuk berhenti dibandingkan harus berhtutang .dibandingkan berhutang mendingan behenti yang malunya ngga seberapa”

Bang jeff : “ kebanyakan investor semakin suka dengan yang single /double founder .semakin sedikit founder ,semakin suka”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here